Ini film yang beberapa hari lalu saya liat. benar - benar menginspirasi dan memiliki banyak pesan. wajib di tonton ya sahabat boger. berikut review film tersebut.
Touching The Void
merupakan film dokumenter yang berdasarkan buku oleh Joe Simpson berjudul sama.
Film ini menceritakan sebuah sejarah 2 pendaki gunung es Siula Grande di Peru
pada tahun 1985. Gunung ini setinggi 6344 dpl, lebih tinggi daripada puncak
Cartenz di pegunungan jayawijaya, indonesia (4884 dpl). Film Touching The Void
merupakan kisah pengalaman nyata yang dialami oleh dua pendaki bernama Joe
Simpson dan Simon Yates yang mencoba menaklukkan puncak Siula Grande itu. Dalam
32 hari mereka berhasil menaklukkan puncak dengang cukup mulus, akan tetapi
keadaan akan berubah 180 derajat ketika mereka menuruni gunung.

Buku Touching The Void sendiri
ditulis oleh orang yg mengalaminya secara langsung, Joe Simpson, dan film
(semi) dokumenter yg berjudul sama ini disutradari oleh Kevin Macdonald.
Ternyata sutradara ini adalah yg membuat film-film yg
juga menjadi favoritku: Last King Of Scotland (tentang presiden lalim di
Uganda, nased on true story), State Of Play (tentang wartawan yang membongkar
kebusukkan anggota parlemen), dan The Eagle (aku belum nonton). Informasi yg
kudapatkan dari IMDB ternyata sang sutradara memang banyak sekali karya filmnya
yg berjenis dokumenter, setidaknya based on true story.
Film Touching The Void sangat saya
rekomendasikan bagi penikmat pendakian gunung, pencinta alam, ataupu para
petualang maupun traveler. Film ini sejenis dengan 127 Hours dan Vertical
Limit. Dan bahkan mungkin Vertical Limit terinspirasi dari film ini, terutama
adegan “memotong tali”.
Film touching the void atau dalam
bahasa indonesia bisa diartikan menyentuh yang niskala. film gabungan tentang
pendakian gunung yang sangat populer di kalangan pendaki gunung terutama di
indonesia.
Film ini juga sudah direlease dalam
sebuah buku dengan judul yang sama. cuma di indonesia buku ini berjudul
"menyentuh yang niskala" yang bisa didapatkan sementara di toko buku
online sepengetahuan penulis.
Film ini berdasarkan kisah nyata
yang menceritakan tentang 2 orang pendaki bernama joe
simpson dan simon yates yang berusaha menaklukan puncak gunung di
pegunungan andes di peru amerika latin. pendakian selama kurang lebih 32 hari
akhirnya bisa mengantar mereka sampai ke puncak. akan tetapi tidak semuanya
harus berjalan mulus, ketika dalam perjalanan turun kaki simpson patah. dalam
keadaan seperti itu tidak banyak yang harus dilakukan simon kecuali melakukan
metode pertolongan dengan menggunakan tali menuruni tebing setahap demi
setahap. pada saat itu posisi simon yang berada di atas dan simpson berada di
bawah. saat penurunan dilakukan setahap demi setahap simpson tergelincir dan
meluncur deras di lereng salju.kejadian itu otomatis membuat simon yang berada
di atasnya ikut terseret ke bawah sampai akhirnya membuat tubuh simpson seolah
melayang di udara tanpa menempel pada lereng gunung. kejadian itu membuat
simon harus menanggung berat tubuh simpson. tali yang digunakan akhirnya
sedikit demi sedikit tidak bisa menahan beban kedua orang itu yang akhirnya
simon memutuskan bahwa dia harus memotong tali tersebut dan membiarkan tubuh
simpson jatuh ke bawah.

Setelah tubuh simpson jatuh ke bawah
, simon ikutan mencari keberadaan temannya tersebut sambil mencari jalan
pulang. walau akhirnya simon berhasil kembali ke basecamp di bawah. dia belum
mengetahui keberadaan simpson yang jatuh tadi.sehingga dia mengasumsikan kalo
simpson sudah matiberalih ke kondisi simpson, dia ternyata masih hidup setelah
menerobos lubang salju dan terjerembab di dasar gunung. a miracle,sedikit demi
sedikit simpson berusaha untuk bangkit dan merangkak menuju basecamp. sungguh
tindakan yang sulit dilakukan apabila naik gunung dengan berjalan kaki saja
sudah merasa kesulitan apalagi harus merangkak dengan kondisi badan luka
berat.Justru hal inilah yang membuat cerita ini terasa luar biasa dimana
berjalan dengan satu kaki tanpa makan dan minum dengan cuaca yang extrem bisa
kembali ke peradaban. dimana akhir dari cerita ini simpson bisa kembali ke
basecamp ketemu dengan teman temannya.
Sejarah memang harus
diceritakan.
Sejarah yang luar biasa harus
diceritakan. Sejarah yang memiliki banyak nilai pelajaran harus disampaikan.
Sejarah disimpan, diceritakan, bukan hanya untuk agar kita tidak mengulangi
kesalahan yang sama, tetapi juga memberikan kita inspirasi.