Thursday, 2 July 2015

Film dokumenter Touching the Void



Ini film yang beberapa hari lalu saya liat. benar - benar menginspirasi dan memiliki banyak pesan. wajib di tonton ya sahabat boger. berikut review film tersebut.

Touching The Void merupakan film dokumenter yang berdasarkan buku oleh Joe Simpson berjudul sama. Film ini menceritakan sebuah sejarah 2 pendaki gunung es Siula Grande di Peru pada tahun 1985. Gunung ini setinggi 6344 dpl, lebih tinggi daripada puncak Cartenz di pegunungan jayawijaya, indonesia (4884 dpl). Film Touching The Void merupakan kisah pengalaman nyata yang dialami oleh dua pendaki bernama Joe Simpson dan Simon Yates yang mencoba menaklukkan puncak Siula Grande itu. Dalam 32 hari mereka berhasil menaklukkan puncak dengang cukup mulus, akan tetapi keadaan akan berubah 180 derajat ketika mereka menuruni gunung. 



Buku Touching The Void sendiri ditulis oleh orang yg mengalaminya secara langsung, Joe Simpson, dan film (semi) dokumenter yg berjudul sama ini disutradari oleh Kevin Macdonald.
Ternyata sutradara ini adalah yg membuat film-film yg juga menjadi favoritku: Last King Of Scotland (tentang presiden lalim di Uganda, nased on true story), State Of Play (tentang wartawan yang membongkar kebusukkan anggota parlemen), dan The Eagle (aku belum nonton). Informasi yg kudapatkan dari IMDB ternyata sang sutradara memang banyak sekali karya filmnya yg berjenis dokumenter, setidaknya based on true story.


Film Touching The Void sangat saya rekomendasikan bagi penikmat pendakian gunung, pencinta alam, ataupu para petualang maupun traveler. Film ini sejenis dengan 127 Hours dan Vertical Limit. Dan bahkan mungkin Vertical Limit terinspirasi dari film ini, terutama adegan “memotong tali”.

Film touching the void atau dalam bahasa indonesia bisa diartikan menyentuh yang niskala. film gabungan tentang pendakian gunung yang sangat populer di kalangan pendaki gunung terutama di indonesia.

Film ini juga sudah direlease dalam sebuah buku dengan judul yang sama. cuma di indonesia buku ini berjudul "menyentuh yang niskala" yang bisa didapatkan sementara di toko buku online sepengetahuan penulis.

Film ini berdasarkan kisah nyata yang menceritakan tentang 2 orang pendaki bernama joe simpson dan simon yates yang berusaha menaklukan puncak gunung di pegunungan andes di peru amerika latin. pendakian selama kurang lebih 32 hari akhirnya bisa mengantar mereka sampai ke puncak. akan tetapi tidak semuanya harus berjalan mulus, ketika dalam perjalanan turun kaki simpson patah. dalam keadaan seperti itu tidak banyak yang harus dilakukan simon kecuali melakukan metode pertolongan dengan menggunakan tali menuruni tebing setahap demi setahap. pada saat itu posisi simon yang berada di atas dan simpson berada di bawah. saat penurunan dilakukan setahap demi setahap simpson tergelincir dan meluncur deras di lereng salju.kejadian itu otomatis membuat simon yang berada di atasnya ikut terseret ke bawah sampai akhirnya membuat tubuh simpson seolah melayang di udara tanpa menempel pada lereng gunung. kejadian itu membuat simon harus menanggung berat tubuh simpson. tali yang digunakan akhirnya sedikit demi sedikit tidak bisa menahan beban kedua orang itu yang akhirnya simon memutuskan bahwa dia harus memotong tali tersebut dan membiarkan tubuh simpson jatuh ke bawah.


Setelah tubuh simpson jatuh ke bawah , simon ikutan mencari keberadaan temannya tersebut sambil mencari jalan pulang. walau akhirnya simon berhasil kembali ke basecamp di bawah. dia belum mengetahui keberadaan simpson yang jatuh tadi.sehingga dia mengasumsikan kalo simpson sudah matiberalih ke kondisi simpson, dia ternyata masih hidup setelah menerobos lubang salju dan terjerembab di dasar gunung. a miracle,sedikit demi sedikit simpson berusaha untuk bangkit dan merangkak menuju basecamp. sungguh tindakan yang sulit dilakukan apabila naik gunung dengan berjalan kaki saja sudah merasa kesulitan apalagi harus merangkak dengan kondisi badan luka berat.Justru hal inilah yang membuat cerita ini terasa luar biasa dimana berjalan dengan satu kaki tanpa makan dan minum dengan cuaca yang extrem bisa kembali ke peradaban. dimana akhir dari cerita ini simpson bisa kembali ke basecamp ketemu dengan teman temannya.

Sejarah memang harus diceritakan. 

Sejarah yang luar biasa harus diceritakan. Sejarah yang memiliki banyak nilai pelajaran harus disampaikan. Sejarah disimpan, diceritakan, bukan hanya untuk agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama, tetapi juga memberikan kita inspirasi.

0 comments:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Post a Comment